Friday, December 28, 2012
Malam
Malam itu gelap dan sunyi, sunyi itu indah namun gelap sesuatu yang menakutkan, gabungan sunyi dan gelap merupakan keunikan yang harus dimaknai oleh setiap orang dengan caranya sendiri, aku memilih memaknainya dengan segenap jiwa yang masih tersisa.
Tuesday, December 18, 2012
Thursday, December 13, 2012
Sunday, December 2, 2012
Ranji Jambak Tangah (Surau Baru) Palembayan
Ranji Jambak Tangah (Surau Baru) Palembayan
Menurut cerita dari kakekku bahwa turunanku dahulunya berasal dari Magek yang merantau ke Palembayan dan selanjutnya disebut saja sebagai Tuo Magek (karena nama aslinya sudah tidak bisa ditelusuri untuk diketahui)
Tuo Magek ini mempunyai 2 orang anak yang disebut Tuwo Pangka dan Tuwo Ujuang dan yang menjadi nenek moyangku adalah dari Tuwo Pangka.
Tuwo Pangka mempunyai 2 orang anak yang dipanggil Tuwo Masak dan Bungo Ameh, dari Bungo Ameh menghasilkan 4 orang anak (Gando, Tuanku Nan Sati, Udin dan Alam Kayo) sementara dari Tuwo Masak mempunyai 4 orang anak ( Mael, Kitab, Kabek dan 1 orang anak perempuan).
Dari Kabek lahir 5 orang anak (Bada, Bungo Alam, Ada,Sardi dan Tambuah)
Tambuah yang mempunyai 3 orang anak (Idjah, Urai dan Kilah). dari Urai lahir 5 orang anak (Saimah, Rain, Wahid, Somad dan Rajang).
Saimah mempunyai 3 orang anak (Siti Bisu, Zairullah dan Ripin), Siti Bisu mempunyai 3 orang anak (Sadina, Saeran, dan Djamiana)
Sadina mempunyai 7 orang anak (Basri, Adnan, Djusman, Djanewar, Arizal, Juniar dan Hanifah ) sedangkan Djamiana mempunyai 5 orang anak (Maiyar, Syafrial, Yusnimar, Rosmalini dan Gustinur dan Yen)
Dari Bungo Alam lahir 3 orang anak (Arab, Lipah dan Andah), sementara dari Ada lahir 2 anak yang dipanggil Tjontoh dan Katidjah. Tjontoh mempunyai 2 anak (Maruih dan Kamsiah), sedangkan Katidjah mempunyai 3 orang anak (Siah, Ahmad, Jalin).
Ahmad dengan gelar Dt. Maruhum Basa (Inyiak Damang) mempunyai seorang istri dari Sipisang (Bonjol) dan mempunyai seorang anak dengan nama Dr. Rusma (Pasar Palembayan), beliau (Dt. Maruhum Basa) juga mempunyai istri lainnya bernama Aisyah dan mempunyai 4 orang anak(Ahjidar, Ahjidir, Durmawel dan Bismar).
Jalin( Syekh Adam) atau biasa dipanggil Inyiak Isiah mempunyai beberapa anak dan yang paling bungsu Alif Busmar merantau ke Bandung dan sudah mempunyai keturunan disana.
Sementara Siah mempunyai 5 orang anak (Amat Asyik,Mariamin, Marisah, Dawamin dan Rusnan), Amat Asyik dan Mariamin meninggal dalam usia muda sedangkan Rusnan merantau ke yogyakarta, sehingga yang tinggal di kampung hanya Nenek Marisah dan Nenek Dawamin atau dipanggil sebagai Nenek Pangka dan Nenek Ujung.
Nenek Ujung mempunyai 1 orang anak diberi nama Rosima yang merantau ke Medan setelah menikah dan mempunyai 8 orang anak disana (Djumainar, Murzein, Nurhalida, Nurhayati, Mairuzar, Deliar, Nurul Jani dan Raidarsyah)
Nenek Pangka mempunyai 4 orang anak (Arbaani, Akhdin, Zahara dan Ramaiana), Akhdin merantau ke Bengkulu sedangkan Zahara meninggal waktu usia kecil.
dari Arbaani lahir pula 9 orang anak (Rusila Hasna, Yuzard, Ramly, Asri, Akmal, Nurmalisna, Syaifuddin, Nurdjanah dan Nasrun).
Rusila Hasna mempunyai 11 orang anak yang terdiri Surya Dharma (Jakarta, meninggal pada tanggal 27 Juni 2012), Husni Dewi Trini, Ratna Indrayati (yang meninggal saat masih bayi dan dimakamkan di kuburan keluarga Palembayan di Bukittingi), Andi Rachmatsyah, Asrul Bastoni (Cilegon), Rita Yuniati (penulis), Roslinda, Menia Roza Fitri, Nenia Roza Fitri (meninggal saat usia 1.5 tahun dan di makamkan di Mesjid Raya Indarung), Lestina Gusti dan Lestia Gusti.
Nurmalisna mempunyai 4 orang anak yang terdiri dari Teffik (Jakarta), Rudi Renaldi (Banjarbaru), Rina (Malang) dan Bobby.
Nurdjanah mempunyai 2 orang anak : Herizon Yusuf dan Yosinasari (yogyakarta).
Menurut cerita dari kakekku bahwa turunanku dahulunya berasal dari Magek yang merantau ke Palembayan dan selanjutnya disebut saja sebagai Tuo Magek (karena nama aslinya sudah tidak bisa ditelusuri untuk diketahui)
Tuo Magek ini mempunyai 2 orang anak yang disebut Tuwo Pangka dan Tuwo Ujuang dan yang menjadi nenek moyangku adalah dari Tuwo Pangka.
Tuwo Pangka mempunyai 2 orang anak yang dipanggil Tuwo Masak dan Bungo Ameh, dari Bungo Ameh menghasilkan 4 orang anak (Gando, Tuanku Nan Sati, Udin dan Alam Kayo) sementara dari Tuwo Masak mempunyai 4 orang anak ( Mael, Kitab, Kabek dan 1 orang anak perempuan).
Dari Kabek lahir 5 orang anak (Bada, Bungo Alam, Ada,Sardi dan Tambuah)
Tambuah yang mempunyai 3 orang anak (Idjah, Urai dan Kilah). dari Urai lahir 5 orang anak (Saimah, Rain, Wahid, Somad dan Rajang).
Saimah mempunyai 3 orang anak (Siti Bisu, Zairullah dan Ripin), Siti Bisu mempunyai 3 orang anak (Sadina, Saeran, dan Djamiana)
Sadina mempunyai 7 orang anak (Basri, Adnan, Djusman, Djanewar, Arizal, Juniar dan Hanifah ) sedangkan Djamiana mempunyai 5 orang anak (Maiyar, Syafrial, Yusnimar, Rosmalini dan Gustinur dan Yen)
Dari Bungo Alam lahir 3 orang anak (Arab, Lipah dan Andah), sementara dari Ada lahir 2 anak yang dipanggil Tjontoh dan Katidjah. Tjontoh mempunyai 2 anak (Maruih dan Kamsiah), sedangkan Katidjah mempunyai 3 orang anak (Siah, Ahmad, Jalin).
Ahmad dengan gelar Dt. Maruhum Basa (Inyiak Damang) mempunyai seorang istri dari Sipisang (Bonjol) dan mempunyai seorang anak dengan nama Dr. Rusma (Pasar Palembayan), beliau (Dt. Maruhum Basa) juga mempunyai istri lainnya bernama Aisyah dan mempunyai 4 orang anak(Ahjidar, Ahjidir, Durmawel dan Bismar).
Jalin( Syekh Adam) atau biasa dipanggil Inyiak Isiah mempunyai beberapa anak dan yang paling bungsu Alif Busmar merantau ke Bandung dan sudah mempunyai keturunan disana.
Sementara Siah mempunyai 5 orang anak (Amat Asyik,Mariamin, Marisah, Dawamin dan Rusnan), Amat Asyik dan Mariamin meninggal dalam usia muda sedangkan Rusnan merantau ke yogyakarta, sehingga yang tinggal di kampung hanya Nenek Marisah dan Nenek Dawamin atau dipanggil sebagai Nenek Pangka dan Nenek Ujung.
Nenek Ujung mempunyai 1 orang anak diberi nama Rosima yang merantau ke Medan setelah menikah dan mempunyai 8 orang anak disana (Djumainar, Murzein, Nurhalida, Nurhayati, Mairuzar, Deliar, Nurul Jani dan Raidarsyah)
Nenek Pangka mempunyai 4 orang anak (Arbaani, Akhdin, Zahara dan Ramaiana), Akhdin merantau ke Bengkulu sedangkan Zahara meninggal waktu usia kecil.
dari Arbaani lahir pula 9 orang anak (Rusila Hasna, Yuzard, Ramly, Asri, Akmal, Nurmalisna, Syaifuddin, Nurdjanah dan Nasrun).
Rusila Hasna mempunyai 11 orang anak yang terdiri Surya Dharma (Jakarta, meninggal pada tanggal 27 Juni 2012), Husni Dewi Trini, Ratna Indrayati (yang meninggal saat masih bayi dan dimakamkan di kuburan keluarga Palembayan di Bukittingi), Andi Rachmatsyah, Asrul Bastoni (Cilegon), Rita Yuniati (penulis), Roslinda, Menia Roza Fitri, Nenia Roza Fitri (meninggal saat usia 1.5 tahun dan di makamkan di Mesjid Raya Indarung), Lestina Gusti dan Lestia Gusti.
Nurmalisna mempunyai 4 orang anak yang terdiri dari Teffik (Jakarta), Rudi Renaldi (Banjarbaru), Rina (Malang) dan Bobby.
Nurdjanah mempunyai 2 orang anak : Herizon Yusuf dan Yosinasari (yogyakarta).
Subscribe to:
Comments (Atom)